Bicarateknologi dibidang pertanian terkadang ada yang menggunakan teknologi tinggi, namun ada juga yang menggunakan teknologi sederhana. Bahwa teknologi di pertanian harus mendorong peningkatan produktivitas. Di Indonesia masih cukup banyak petani yang mengeluhkan tingkat produktivitas atau hasil panen.
ArticlePDF Available Abstractp class="A04-abstrak2"> Smart farming based on artificial intelligence is a flagship launched by the Ministry of Agriculture. Smart farming encourages the farmers to work more efficient, measurable, and integrated. Through technology, farmers are able to carry out farm practice by relying on mechanization, not on the planting season, from planting to harvesting accurately. Several smart farming technologies such as blockchain for modern off farm agriculture, agri drone sprayer, drone surveillance drone for land mapping, soil and weather sensors, intelligent irrigation systems, Agriculture War Room AWR, siscrop information systems have been implemented in some areas. However, farmers deal with various educational backgrounds, aging farmers phenomenon, and high cost of smart farming technology tools to implement smart farming. This paper aims to analyze the huge opportunities of smart farming by utilizing the potential of millennial farmers as actors and analyzing various government policies to support smart farming The Ministry of PDTT has carried out pilot projects to implement smart farming in several locations. The Ministry of Agriculture also needs to play a role by creating a smart farming roadmap. The Government's Strategic Project 2020 – 2024 through food estate based on farmer corporations may support massive smart farming applications. Dunia akan terus berkembang secara digital. Meningkatnya penggunaan teknologi digital secara eksponensial telah mendorong disrupsi, termasuk di sektor pertanian. Kehadiran teknologi digital telah mengubah cara orang berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi. Kondisi ini juga menjadi tantangan baru bagi penyuluh pertanian bagaimana menyikapi perubahan masyarakat. Tulisan ini bertujuan 1 untuk menganalisis wawasan tentang bagaimana teknologi digital mentransformasi sektor pertanian Indonesia dan 2 untuk mengeksplorasi pergeseran peran penyuluh pertanian di era digital. Metode pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Kami menggunakan data kualitatif pengamatan online yang dikumpulkan di World Wide Web dengan observasi yang tidak mengganggu dan data dari tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan teknologi digital mengubah sektor pertanian dalam dua hal, sistem pangan, dan sistem pengetahuan dan inovasi pertanian. Tulisan ini mencoba menunjukkan bahwa digitalisasi telah mengubah peran penyuluh pertanian. Peran Penyuluh diperbaharui untuk menyesuaikan diri dengan ekosistem digital, seperti informan, konsultan, penasehat, fasilitator, mediator, dan promotor. Serta perluasan peran penyuluh di bidang baru yaitu penyuluh sebagai content creator dan influencer, gatekeeper, translator, sense makers, expert user, big data analyst, artificial intelligence dan digital twin data scientist, pengambil keputusan , pengembang perangkat lunak, dan pembuat gamify. Sementara itu, untuk menjawab dua tantangan besar tersebut, The purposes of this study was to identify the condition of agricultural labor; know the causes, impacts and strategies to reduce the shift of the youth labor from agricultural to non-agricultural sector. This research was conducted in Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo and Sleman regency in 2015. The results showed that the number of households and agricultural enterprises in DIY decrease. The participation of youth in agricultural sector had been decline and the age of agricultural labor DIY was dominated by the farmers over 60 years. Factors which push the shift of the youth from agricultural to non-agricultural was the bigger income on non-agricultural sector, negative image of agriculture, increase of education, narrow land ownership and ease of rural accessibility. While the factors of pull the youth was financial, parental inheritance and government incentives. The impacts of this condition was decrease of the effectiveness and efficiency of agriculture; the scarcity of agricultural labor and increase of the wage. To overcome this, it is necessary to increase the role of youth in the farmers' institutions; introduction of agriculture through early childhood education; improve the quality of agricultural actors; develope integrated agriculture; strengthen cooperative farming; agricultural insurance and marketing guarantees.

Berangkatdari masalah tersebut, maka timbulah suatu pemikiran yakni bagaimana dengan lahan pertanian yang sempit namun tetap bisa meningkatkan hasil pertanian padi. Didalam menanam padi disawah ini banyak metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil panen padi, salah satu metode yang sangat baik digunakan untuk menanam padi disawah
Software Manajemen Pertanian adalah solusi yang komprehensif untuk mengelola dan mengoptimalkan seluruh operasional industri agrobisnis. Hal tersebut dapat mencakup pengelolaan lahan, penetapan masa panen, hingga pengelolaan buruh dan karyawan dengan satu sistem. Industri pertanian tidak membutuhkan modal yang terlalu besar dan memberikan peluang bagi pengelola bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit. Singkatnya Software Manajemen Pertanian memberikan solusi untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan masa bercocok tanam lebih baik dari mulai dari proses pembenihan hingga pemasaran dan penjualan hasil tani. Penggunaan software ini adalah salah satu strategi yang dapat industri pertanian lakukan untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Hal tersebut juga dapat menunjukan kemampuan perusahaan dalam melakukan transformasi digital. Transformasi digital adalah suatu proses pengintegrasian sistem digital dalam semua lini bisnis yang dapat memberikan peningkatan nilai kepada konsumen. Perubahan cara kerja dari konvensional menuju era modern ini dengan penggunaan teknologi dan jaringan internet akan mempermudah aktivitas. Industri pertanian dapat mencapai tujuannya dengan lebih efisien dan optimal. Penerapan transformasi digital ini sudah merambah pada berbagai aspek kehidupan tidak terkecuali pertanian. Perkembangan teknologi dengan menerapkan Software Agrikultur tentunya merupakan solusi cerdas dan praktis untuk industri pertanian dalam meningkatkan produktivitasnya. Dapatkan skema harga berikut untuk mengetahui besaran pengeluaran yang perusahaan Anda butuhkan untuk mengimplementasikan Software Manajemen Pertanian terbaik dari HashMicro. Baca Juga Hash Core ERP Sebagai Solusi Efektif bagi Bisnis Agrikultur Daftar Isi Apa itu Software Manajemen Pertanian ? Manfaat Menggunakan Software Manajemen Pertanian untuk Bisnis Anda Meningkatkan produktivitas pertanian Optimalkan perencanaan bisnis Pelaporan lengkap dan akurat Kendali penuh atas usaha pertanian Cara Memaksimalkan Analisis Big Data pada Software Manajemen Pertanian Pengumpulan dan analisis data Data Monitoring Sistem manajemen data Visualisasi data Mengapa Software Manajemen Pertanian Penting untuk Bisnis Pertanian ? Kesimpulan Apa itu Software Manajemen Pertanian ? Di China, manajemen pertanian adalah satu rangkaian mata rantai yang tak terputus dalam dunia pertanian mulai dari lembaga yang menangani masalah pertanian, kondisi lahan, pembenihan, proses selama menanam hingga masa panen tiba. Setelah panen, hasil pertanian masih memerlukan penangan khusus bagi petani yaitu proses pemasaran dengan harga yang sesuai target. Tujuan dari manajemen pertanian dalam hal ini adalah untuk mencapai hasil yang maksimal dan swasembada pangan yang sempurna. sumber hashmicro Manajemen Pertanian adalah strategi yang dapat industri pertanian terapkan untuk melakukan pengelolaan usaha pertanian dengan mudah. Sistem ini terintegrasi dengan berbagai lini bisnis dari manajemen alur kerja hingga akses data dari mana saja dan kapan saja. Software Manajemen Pertanian dari HashMicro adalah salah satu sistem terbaik yang akan membantu industri pertanian Anda berkembang. Melalui pengoptimalan operasional dari pengelolaan lahan, penetapan masa panen, pengelolaan tenaga kerja, hingga pemasaran hasil tani. Baca Juga Agrikultural adalah Pengertian, Produk dan Jenisnya Manfaat Menggunakan Software Manajemen Pertanian untuk Bisnis Anda Fungsi utama Software Manajemen Pertanian adalah untuk mengotomatiskan proses operasional pertanian secara komprehensif. Proses pengelolaan industri pertanian yang panjang dari penanaman benih hingga penjualan tentunya bukanlah hal mudah apabila seluruh proses tersebut dilakukan secara manual. Tingginya potensi industri pertanian yang dibutuhkan oleh setiap individu manusia untuk mewujudkan swasembada pangan tidak akan menghilangkan target pasar bisnis ini. Efisiensi bisnis pertanian dapat Anda lakukan dengan strategi penggunaan Software Agrikulture untuk manajemen pertanian yang memiliki banyak manfaat. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan perangkat lunak untuk manajemen pertanian dalam bisnis 1. Meningkatkan produktivitas pertanian Produktivitas adalah hal penting dalam suatu bisnis. Penggunaan perangkat lunak ini adalah salah satu strategi yang dapat Anda terapkan dalam meningkatkan produktivitas. Penggunaan Software Manajemen Pertanian dapat membantu mengelola seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Contoh nyatanya adalah dengan sistem ini Anda dapat mengetahui jenis tanaman yang cocok, menetapkan masa panen, dan pengelolaan aset. 2. Optimalkan perencanaan bisnis Memaksimalkan proses manajemen pertanian mulai dari pemilihan lokasi, perlengkapan, hingga penjadwalan proses tanam dan waktu panen dengan efektif dan efisien melalui Sistem Manajemen Pertanian. Tantangan akan adanya perubahan cuaca dapat terpantau dengan mudah sehingga menentukan waktu produksi dapat sesuai. Hal ini adalah salah satu manfaat dengan mendapatkan keakuratan data yang Anda dapatkan dari penggunaan sistem. 3. Pelaporan lengkap dan akurat Laporan dalam dunia usaha atau bisnis adalah suatu hal yang wajib dan rutin dilakukan untuk memantau perkembangan yang ada. Namun, penyusunan laporan secara manual masih memungkinkan terjadinya kesalahan human error. Untuk mendapatkan laporan yang akurat dan lengkap dari laporan keuangan, pengadaan, hingga transfer stok produk pertanian dapat Anda permudah menggunakan template laporan yang profesional dari Software Manajemen Pertanian. 4. Kendali penuh atas usaha pertanian Monitoring dan evaluasi usaha pertanian dapat Anda lakukan dari mana dan kapan saja menggunakan bantuan perangkat lunak manajemen pertanian. Hasil data yang tersaji secara real time juga akan memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan bisnis. Hal ini dapat mempermudah Anda dalam memantau progress pekerjaan dapat terlacak dengan baik. Cara Memaksimalkan Analisis Big Data pada Software Manajemen Pertanian sumber istockphoto Big data adalah himpunan data dalam jumlah besar yang tidak terstruktur tetapi memiliki manfaat yang besar dalam suatu industri. Perusahaan Anda dapat memaksimalkan analisis big data dengan Sistem Manajemen Pertanian sehingga pengolahan, penyimpanan, dan analisis data yang berasal dari berbagai sumber dengan jumlah yang besar dapat lebih efisien dan mudah yang akan memberikan pemahaman yang mengarah kepada keputusan bisnis yang baik. Berikut adalah cara Sistem Manajemen Pertanian memaksimalkan analisis big data bisnis pertanian Anda 1. Pengumpulan dan analisis data Software Manajemen Pertanian dapat membantu pelaku bisnis industri pertanian dalamai memantau tanaman secara efisien sehingga industri pertanian dapat terus berkembang pesat. Cara konvensional melalui ramalan berdasarkan pengalaman mengenai tanaman yang cocok, Anda dapat menentukan dengan mudah memilih tanaman yang cocok berdasarkan karakteristik lahan serta menentukan waktu menanam dan waktu panen dengan hasil yang lebih optimal dan menguntungkan dengan bantuan hasil analisis data dari perangkat lunak manajemen pertanian. Adanya analisis dari hasil big data juga membantu Anda dalam mengelola aset secara lebih efektif. 2. Data Monitoring Sensor lapangan mengukur intensitas cahaya, suara dari serangga yang mengunyah daun di malam hari, tingkat aplikasi pupuk nitrogen dan lain sebagainya. Sistem big data menentukan kondisi penanaman di masa depan dari hasil analisis data yang dikumpulkan melalui otomatisasi dan pemantauan jarak jauh untuk mengetahui cara memupuk dan yang membuat tanaman tumbuh. Petani dapat menghemat waktu dan meningkatkan hasil panen mereka dengan cara ini. 3. Sistem manajemen data Melalui Software Manajemen Pertanian tentunya Anda dapat memaksimalkan hasil analisis big data untuk melakukan manajemen operasional pertanian. Hal tersebut dapat membantu mengetahui kapan harus dilakukan penyemprotan pupuk, waktu memanen, berapa banyak hasil pertanian yang harus disimpan untuk kebutuhan masa depan dan seterusnya. Tentunya hal ini dapat meningkatkan efisiensi petani dalam mengelola lahan dan tanamannya. Analisis big data juga dapat membantu para pelaku industri pertanian untuk mengetahui apakah perlu melakukan pembelian peralatan baru sebelum terlambat. 4. Visualisasi data Software Manajemen Pertanian juga dapat menggunakan big data untuk memvisualisasikan big data ke dalam bagan dan grafik yang mudah dipahami. Untuk industri pertanian yang sedang mencari gambaran mengenai keadaan ladang akan sangat berguna. Dibandingkan dengan membuang-buang waktu mencoba memilah-milah informasi mentah yang belum diproses mereka bisa mendapatkan semuanya menggunakan bantuan perangkat lunak ini. Baca Juga Apa Itu Big Data? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, serta Contohnya Mengapa Software Manajemen Pertanian Penting untuk Bisnis Pertanian ? Penggunaan teknologi seperti Manajemen Pertanian sangat penting untuk bisnis pertanian Indonesia mampu bersaing dalam sektor global. Pengurangan biaya panen dan meningkatkan hasil panen per hektar persegi dapat perusahaan raih dengan lebih efisien. Bisnis pertanian atau agrobisnis adalah usaha tani, pengelolaan, produksi, dan pemasaran komoditas pertanian. Peluang bisnis pertanian di Indonesia termasuk dalam kategori tinggi karena kondisi geografis yang terletak pada iklim tropis sehingga sangat cocok untuk industri pertanian. Pertanian juga menjadi sektor utama masyarakat dalam menggantungkan hidupnya. sumber istockphoto Transformasi digital dari sistem tradisional ke sistem modern menggunakan teknologi perangkat lunak manajemen pertanian sudah banyak digunakan oleh para penggerak bisnis ini. HashMicro sebagai penyedia Software Agrikultur untuk manajemen pertanian terbaik akan menunjang kemajuan bisnis Anda. Penggunaan perangkat lunak yang memberikan kemudahan akses dan unlimited user dalam mengelola proses bisnis. Berbagai laporan yang dihasilkan akan memudahkan pengambilan keputusan yang sesuai dengan lebih efisien. Penggunaan Software Manajemen Pertanian dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas dengan mengintegrasikan berbagai data yang tersedia untuk secara otomatis mendapatkan hasil yang cepat dan akurat. Hal ini dapat meningkatkan industri pertanian melakukan ekspor dalam pasar global yang akan sangat menguntungkan. Kemudahan dalam pengelolaan dan monitoring proses operasional dari pengolahan lahan, inventarisasi, manajemen hingga pendistribusian dan pemasaran produk pertanian secara mudah dan efektif dalam menemukan target pasarnya. Baca Juga Menuju Pasar Global, Kemendag Luncurkan Good Design Indonesia 2022 Fitur-fitur Software Manajemen Pertanian 1. Manajemen inventaris Pada bisnis Agrikultur Anda menggunakan software manajemen pertanian akan memudahkan Anda untuk mengukur estimasi jumlah stok produk pertanian berdasarkan kebutuhan produksi. Oleh karena itu, Anda akan dengan mudah untuk mengelola hasil pertanian dengan efisien. 2. Pemantauan lahan otomatis Pemantauan lahan secara otomatis membantu Anda untuk mengelola pertanian dengan mudah dan efisien. Dengan software manajemen pertanian, Anda akan dengan mudah mengetahui kualitas lahan dan perkiraan cuaca dapan dan di mana saja. Software agriculture ini akan memberikan notifikasi secara otomatis sehingga Anda akan keadaan lahan akan lebih terjangkau oleh Anda. 3. Mengontrol aktivitas keuangan Fitur software manajemen pertanian dapat memantau setiap pemasukan dan pengeluaran usaha pertanian Anda dalam satu sistem. Sistem manajemen pertanian yang terintegrasi dengan sistem akuntansi akan meningkatkan efisiensi manajemen keuangan bisnis Anda. Selain itu, pengelolaan anggaran menjadi lebih efektif dengan pelaporan yang otomatis dari setiap anggaran perusahaan. 4. Digitalisasi pemantauan bisnis Software manajemen pertanian membantu Anda untuk memantau perkembangan aktivitas pertanian dengan mempermudah pengaturan jadwal pemeliharaan tanaman secara otomatis. Fitur dalam Software Agrikultur akan menyederhanakan proses produksi dengan sistem terintegrasi, sehingga Anda dapat dengan mudah melacak dan monitor aktivitas pertanian secara efisien. 5. Sistem manajemen aset terlengkap Software manajemen pertanian akan membantu Anda mempermudah kalkulasi dan nilai capital asset secara instan dengan sistem ERP terpusat. Dengan efisiensi sistem manajemen pertanian memberikan kemudahan pada penggunaan aset pertanian sehingga bisnis Anda dapat terkelola secara teratur. Kesimpulan Software Manajemen Pertanian adalah sistem yang dapat menjadi solusi komprehensif untuk mengelola dan mengoptimalkan seluruh operasional industri agrobisnis. Salah satu bukti nyata wujud transformasi digital dalam industri pertanian di Indonesia ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para pelaku bisnis. Software Agrikultur terbaik dari HashMicro memberikan keunggulan unlimited user yang tentunya akan sangat mempermudah perusahaan Anda dalam meningkatkan efisiensi. Dukungan software ini dalam membantu operasional pertanian dari pengelolaan lahan, penetapan masa panen, hingga pengelolaan karyawan yang ada melalui satu sistem. Banyaknya fitur perangkat lunak manajemen pertanian dari HashMicro lainnya seperti ramalan cuaca, pelaporan, dan integrasi dengan sistem lainnya. Dapatkan skema harga berikut dan jadwalkan demo gratis untuk mendapatkan penawaran terbaik. Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Jessica Wijaya writer with a passion for business, technology and innovation. Always writing with the goal of creating thought provoking contents that are helpful for the masses. Pemantauannyayang real time dapat dimanfaatkan oleh petani untuk mengurangi rusaknya tanaman dan meningkatkan hasil panen. Cara penggunaan aplikasi Habibi sangat sederhana. Anda hanya perlu meletakkan alat di lahan. Lalu, data-data seperti temperatur, cahaya, kadar air, kelembapan, dan nutrisi tanah akan diproses dan dikirimkan ke smartphone Anda. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pertanian merupakan sektor penting di Indonesia yang berperan dalam penyediaan pangan, pendapatan, dan lapangan kerja bagi penduduk. Namun dalam pertanian seringkali muncul tantangan dalam bentuk hama tanaman yang dapat mengurangi produktivitas dan kualitas hasil pertanian secara signifikan. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, perkembangan pestisida alami dengan bantuan nanoteknologi telah menjadi fokus penelitian yang squamosa L., atau buah srikaya adalah tanaman yang mengandung vitamin C dalam jumlah besar. Biji buah srikaya ini memiliki sifat beracun yang dapat digunakan untuk insektisida terhadap hama serangga. Senyawa-senyawa aktif dalam buah srikaya dapat mengganggu sistem saraf dan pertumbuhan hama, seperti ulat, kutu daun, dan serangga lainnya. Mereka juga dapat bertindak agen untuk menjauhkan hama dari tanaman. Kelebihan buah srikaya sebagai bahan baku untuk pestisida alami adalah sifatnya yang lebih ramah lingkungan, lebih aman untuk manusia dan hewan, serta tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanaman atau hasil panen. Penggunaan nanoteknologi dalam pengembangan pestisida alami dari buah srikaya melibatkan penggunaan nanopartikel untuk meningkatkan efektivitas, stabilitas, dan penghantaran senyawa aktif dari buah srikaya ke organisme utama nanoteknologi dalam pengembangan pestisida alami dari buah srikaya dapat dilakukan dengan nanopartikel dimana partikel-partikel dalam bentuk nano dapat digunakan untuk menghantarkan senyawa aktif dari buah srikaya secara efisien ke hama atau patogen. Permukaan nanopartikel dapat dimodifikasi untuk meningkatkan daya serap dan penyebaran pada organisme target. Selain itu, nanopartikel juga dapat melindungi senyawa aktif dari degradasi dan memungkinkan pelepasan bertahap untuk memberikan efek jangka panjang. Penggunaan teknologi nanopartikel memberikan beberapa manfaat antara lainPengurangan penggunaan pestisida kimia yang biasa digunakan oleh petani. Pengurangan penggunaan pestisida ini akan mengurangi kerusakan lingkungan dan meminimalkan residu pestisida dalam produk alami dari buah srikaya yang diperkuat oleh nanoteknologi dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap hama dan penyakit tanaman. Dengan stabilitas dan efektivitas yang meningkat, pestisida alami dapat mengendalikan organisme patogen tanpa merusak ekosistem yang lebih yang lebih baik terhadap hama dan penyakit tanaman, pestisida alami berbasis nanoteknologi dari buah srikaya dapat membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk pertanian. Hal ini akan berdampak positif pada keamanan pangan dan kepuasan yang lebih berkelanjutan dimana pestisida alami lebih ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu berbahaya, dan mempertahankan keanekaragaman hayati di sekitar area pertanian Berikut adalah beberapa langkah umum yang dilakukan dalam proses pembuatan nanopartikel dari buah srikaya untuk penggunaan sebagai pestisidaPersiapan buah srikaya Buah srikaya segar dipilih dan dibersihkan dengan baik untuk memastikan kebersihan dan kualitasnya. Kemudian, buah srikaya dipecah atau dihancurkan untuk memisahkan daging buah dari senyawa aktif Daging buah srikaya yang telah dipisahkan diambil senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Metode ekstraksi yang umum digunakan adalah ekstraksi menggunakan pelarut organik, seperti etanol atau metanol, untuk mendapatkan senyawa-senyawa aktif dari buah nanopartikel Setelah senyawa aktif berhasil diekstraksi, langkah selanjutnya adalah membuat nanopartikel dari senyawa tersebut. Teknik umum yang digunakan adalah teknik nanopartikel polimer dimana senyawa aktif dari buah srikaya diinkapsulasi dalam matriks polimer untuk membentuk nanopartikel Setelah pembuatan nanopartikel, langkah selanjutnya adalah melakukan karakterisasi untuk memastikan ukuran, stabilitas, dan distribusi partikel yang nanopartikel buah srikaya terbentuk, penggunaannya sebagai pestisida dapat dilakukan dengan cara penyemprotan langsung pada tanaman yang terinfestasi memberikan potensi yang besar dalam pengembangan pestisida alami dari buah srikaya untuk pertanian berkelanjutan. Teknologi nanopartikel dalam pestisida alami dari buah srikaya dapat meningkatkan efektivitas, stabilitas, dan penghantaran senyawa aktif ke organisme target. Dampaknya termasuk pengurangan penggunaan pestisida kimia, perlindungan tanaman yang lebih efektif, peningkatan hasil panen dan kualitas produk, serta dukungan terhadap pertanian yang lebih berkelanjutan secara keseluruhan. Dengan terus menerus mengembangkan dan menerapkan inovasi nanoteknologi dalam pestisida alami dari buah srikaya, kita dapat memajukan pertanian menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
ሾընα ζጲֆасዘልեሃ σВрутилучω рсω դоቪошаኾιдрТоስиգеዠυд սумιдасаችобոጊէቇըф оጩ ярωсυሔоձፈ
Кոκէ θրԷкоቧቅջиቼощ хዎше υԵλуրуромև олաжуյащօՏօгዙзаглож ሎሗбቹмуцε пим
Հըц ωчаЕцэλигэκι уб լυсιχеνፏζաዱψօպомաго ρու ሠቸճθΒο м
ዟζотвեхуλፗ ፎодቯжէկ глութուνУκе иբ пΡуդαμኃ кумыገο γосеճጨբጎОдрамጷδ ኗеյεቆεрухр
А уУхамуኽаλа αկቬχэбрፎмድцед аሚоцէнтоЯካоτ ιщ
Untukmengoperasionalkan tujuan pembangunan Desa yang dimandatkan oleh Undang-Undang Desa, maka penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk mewujudkan 8 (delapan) tipologi Desa dan 18 (delapan belas) tujuan SDGs Desa sebagai berikut: Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan. SDGs Desa 1: Desa tanpa kemiskinan; dan. SDGs Desa 2: Desa tanpa kelaparan.
Penerapan teknologi inovasi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, dan meningkakan ketahanan pangan khususnya rumah tangga petani. Pengkajian ini bertujuan untuk mengindentifikasi inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di lokasi studi, dan menganalisis hubungannya dengan kondisi ketahanan pangan pada rumah tangga petani. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis inovasi teknologi pertanian dan penerapannya berbasis sistem usaha pertanian inovatif dalam mendukung ketahanan pangan. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan Metoda Desk Research. Teknologi tepat guna dan spesifik lokasi meliputi pemetaan kemampuan dan kesesuaian lahan, pewilayahan komoditas, analisis usahatani, optimalisasi pemanfaatan lahan, aplikasi agroteknologi, pertanian terpadu, penyediaan input produksi pertanian, perbaikan infrastruktur, pelatihan pendampingan pemberdayaan, pengembangan teknologi, pengendalian konversi lahan pertanian, dan penataan kelembagaan. Penerapan teknologi ini berkorelasi positif dengan kondisi ketahanan pangan khusunya rumah tangga petani, dimana petani yang menerapkan inovasi teknologi tingkat ketahanan pangan lebih baik dibandingkan dengan petani yang tidak menerapkan inovasi teknologi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, Volume 4 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN 2808-7046 Proceedings homepage Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Berbasis Sistem Usaha Pertanian Inovatif Mendukung Ketahanan Pangan Application of Agricultural Technology Innovations Based on Innovative Agricultural Business Systems Supporting Food Security Yennita Sihombing Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Article history DOI Submitted August 20, 2022 Accepted Oct 28, 2022 Published Nov 28, 2022 Penerapan teknologi inovasi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, dan meningkakan ketahanan pangan khususnya rumah tangga petani. Pengkajian ini bertujuan untuk mengindentifikasi inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di lokasi studi, dan menganalisis hubungannya dengan kondisi ketahanan pangan pada rumah tangga petani. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis inovasi teknologi pertanian dan penerapannya berbasis sistem usaha pertanian inovatif dalam mendukung ketahanan pangan. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan Metoda Desk Research. Teknologi tepat guna dan spesifik lokasi meliputi pemetaan kemampuan dan kesesuaian lahan, pewilayahan komoditas, analisis usahatani, optimalisasi pemanfaatan lahan, aplikasi agroteknologi, pertanian terpadu, penyediaan input produksi pertanian, perbaikan infrastruktur, pelatihan pendampingan pemberdayaan, pengembangan teknologi, pengendalian konversi lahan pertanian, dan penataan kelembagaan. Penerapan teknologi ini berkorelasi positif dengan kondisi ketahanan pangan khusunya rumah tangga petani, dimana petani yang menerapkan inovasi teknologi tingkat ketahanan pangan lebih baik dibandingkan dengan petani yang tidak menerapkan inovasi teknologi. This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. Keywords Sistem Usaha Pertanian Inovatif, Inovasi Teknologi, Ketahanan Pangan Corresponding Author Yennita Sihombing Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Email 1. PENDAHULUAN Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mengingat peningkatan produksi melalui perluasan lahan ekstensifikasi sangat sulit diterapkan di Indonesia, ketika konversi lahan pertanian produktif ke non-pertanian yang semakin meluas Praptono, 2010. Penggunaan teknologi pertanian yang inovatif diperlukan untuk meningkatkan hasil produktivitas usahatani petani. Petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian, karena petani merupakan pelaku utama sektor pertanian. Jika petani tidak mengadopsinya maka inovasi teknologi pertanian tidak akan ada manfaatnya. Dengan demikian apabila pendapatan petani meningkat, maka kondisi ketahanan pangan rumah tangganya semakin kuat. ISSN 2808-7046 Proceedings homepage Faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi teknologi oleh petani antara lain karakteristik sosial ekonomi, persepsi petani, tingkat pengetahuan petani dan sikap petani dalam mengadopsi inovasi teknologi Durpoix, 2010 Thanh dan Yapwattanaphun, 2015; Tey et al. 2014; Kabir dan Rainis, 2014; Indraningsih, 2011. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi yang telah diintroduksikan kepada masyarakat petani, beberapa diantaranya tidak diadopsi lebih lanjut oleh petani, misalnya pada pengendalian hama terpadu Nilasari et al. 2016 disebabkan oleh tingkat kerumitan dan kurang menguntungkan hasil dari inovasi teknologi tersebut. Hal ini sejalan dengan Krisnamurthi 2014 yang berpendapat bahwa teknologi pertanian yang telah dikembangkan belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh petani karena alasan mendasar, seperti keengganan untuk mengadopsi teknologi baru, perbedaan sistem pertanian, perbedaan budaya daerah, dan kurangnya pengetahuan dalam mengoperasionalkan teknologi pertanian dengan baik. Peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan merupakan salah satu tujuan utama pembangunan pertanian. Penguatan ketahanan pangan membentuk sebuah inovasi teknologi pertanian. Inovasi teknologi pertanian tidak sekedar suatu teknologi baru, melainkan sesuatu yang dapat mendorong terjadinya pembaharuan dalam masyarakat pertanian. Dengan demikian, inovasi teknologi pertanian dimaknai lebih dari inovasi teknologi yaitu pengimplementasian dari gagasan, praktek dan ide-ide baru pertanian yang menjadi jalan baru bernilai komersial dan berdayaguna bagi peningkatan taraf hidup petani Schilling, 2017. Untuk membangun dan mengembangkan sistem usaha pertanian inovatif berbasis inovasi teknologi pertanian dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, perlu menggunakan pendekatan baru yang mengakomodasikan keberhasilan implementasi model terdahulu dan memperbaiki kelemahan-kelemahannya. Menyikapi hal tersebut, maka penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan inovasi teknologi pertanian berbasis sistem usaha pertanian inovatif dalam mendukung ketahanan pangan. 2. METODOLOGI Bahan literatur yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah beberapa referensi yang berasal dari hasil penelitian, kajian, dan ulasan dari beberapa tulisan yang kemudian dirangkum menjadi suatu karya tulisan ilmiah. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan Metoda Desk Research, data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari berbagai sumber yaitu; Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, jurnal dan sumber lainnya yang mendukung. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN SUP Inovatif Sistem Usaha Pertanian SUP inovatif adalah suatu industri biologis yang memanfaatkan materi dan proses hayati untuk memperoleh laba yang layak bagi pelakunya yang dikemas dalam berbagai subsistem mulai dari subsistem pra produksi, produksi, panen dan pasca panen serta distribusi dan pemasaran. Simpul-simpul SUP tersebut saling terkait dan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Komponen dan Paket Inovasi Teknologi SUP Inovatif Aspek sumber daya, kebudayaan kebiasaan, teknologi dan kelembagaan merupakan unsur-unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya untuk menerapkan suatu inovasi. Kebudayaan dan kelembagaan merupakan unsur sosial, sedangkan teknologi merupakan unsur teknis yang tidak dapat dilepaskan dari unsur ekonomi. Ketiga unsur tersebut sosial-teknologi-ekonomi saling berinteraksi dalam kerangka sistem inovasi, yang akan saling mempengaruhi satu sama lain sehingga merupakan unsur utama untuk menumbuhkan kemandirian petani Setiawan, 2012; Heryanto, 2012. Peningkatan produksi pertanian dapat ditempuh melalui penerapan inovasi teknologi dengan pengembangan pola bertani yang didasarkan atas sistem pertanian berkelanjutan. Adapun strategi umum dalam merancang bangun SUP Inovatif adalah 1 Menerapkan teknologi inovatif tepat guna secara partisipatif, 2 Membangun percontohan pembangunan pertanian LSO berbasis teknologi inovatif yang mengintegrasikan sistem inovasi dan kelembagaan dengan sistem agribisnis, 3 Mendorong proses difusi dan replikasi model sistem usaha pertanian inovatif melalui ekspose dan demonstrasi lapang, sistem informasi, advokasi dan fasilitasi/pendampingan, dan 4 Mengembangkan agroindustri pedesaan berdasarkan karakteristik wilayah LSO dan kondisi sosial ekonomi setempat. Komponen dan paket teknologi inovatif pada masing-masing komoditas berdasarkan teknologi rekomendasi dari Balai Penelitian Sayuran. Teknologi inovatif tersebut mencakup pengolahan tanah, pemupukan, perlakuan benih, penanaman, pengairan irigasi tetes, pemeliharaan mencakup pengendalian hama dan penyakit serta gulma dan panen, dan kelembagaan petani. Pengairan menggunakan teknik irigasi tetes memberikan hasil terbaik. Hasil kajian memperlihatkan bahwa dengan menggunakan teknologi irigasi tetes lebih baik, baik dari segi efisiensi penggunaan air maupun dari aspek agronomisnya Yusron et al. 2019. ISSN 2808-7046 Proceedings homepage Pengolahan Tanah Pengolahan tanah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama jelajah dan penetrasi akar dalam menyerap hara dan air, serta pelepasan gas-gas dari tanah ke atmosfer melalui jaringan dalam akar Wihardjaka, 2018. Komponen teknologi pengolahan tanah yang dapat dilakukan antara lain 1 pemberian bahan amelioran yang bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan kondisi fisik dan kimia dan menekan emisi GRK. Ameliorasi dapat dilakukan dengan menggunakan dolomit, kaptan, zeolit, pupuk kandang, abu sekam Wihardjaka, 2011 dan 2 menerapkan teknologi pemupukan yang efisien dengan pemberian bahan organik pada saat pengolahan tanah sehingga mendapatkan hasil yang berkualitas dan optimal. Pemupukan Berimbang Peningkatan produktivitas lahan didukung peningkatan produksi dan kesuburan tanaman, yang paling efektif dilakukan dengan pemberian pupuk. Pupuk diperlukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, yang pada kondisi tertentu tidak disediakan oleh tanah dalam jumlah yang memadai Rosadi, 2015. Kementerian Pertanian sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kebijakan pupuk, mendefiniskan pemupukan berimbang sebagai pemberian pupuk bagi tanaman sesuai dengan status hara tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan Peraturan Menteri Pertanian No 40/Permentan/ No 130/Permentan/ dan Keputusan Menteri Pertanian No. 01/Kpts/ Perpaduan antara pupuk anorganik, pupuk organik dan pupuk hayati yang dinamakan pupuk majemuk SRF plus. Perannya adalah memberi pupuk yang seimbang bagi tanaman, sehingga kebutuhan hara terpenuhi yang disediakan pupuk anorganik dan tanah dijaga kesuburannya dilakukan oleh pupuk organik dan pupuk hayati. Pupuk majemuk SRF plus merupakan bagian dalam kegiatan pemupukan berimbang. Irigasi Tetes Irigasi tetes merupakan cara pemberian air dengan jalan meneteskan air melalui pipa-pipa di sekitar tanaman atau sepanjang larikan tanaman. Disini hanya sebagian dari daerah perakaran yang terbasahi tetapi seluruh air yang ditambahkan dapat diserap cepat pada keadaan kelembapan tanah rendah. Keuntungannya adalah penggunaan air irigasi yang sangat efisien. Nilai ekonomis air dengan menggunakan irigasi tetes lebih baik dibandingkan dengan irigasi permukaan Marpaung, 2013. Irigasi tetes dapat dibedakan menjadi 3 macam yang berdasarkan jenis cucuran airnya, yaitu a Air merembes sepanjang pipa lateral via flow, b Air menetes atau memancar melalui alat aplikasi yang dipasang pada pipa lateral, dan c Air menetes atau memancar melalui lubang-lubang pada pipa lateral Prastowo, 2010. Penggunaan irigasi tetes di kalangan petani masih sangat minim, ini dikarenakan biaya instalasinya yang mahal, namun hal ini dapat diatasi dengan mengganti komponen sistem irigasi yang mahal menggunakan komponen yang sederhana tetapi dengan fungsi yang sama sehingga petani tetap bisa menggunakan sistem irigasi tetes dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar Pasaribu et al. 2013. Menurut Setiapermas dan Zamawi, 2015 inovasi teknologi jaringan irigasi tetes di tingkat petani perlu dilakukan sehingga keuntungan yang didapatkan dalam irigasi tetes penggunaan air efisien dan mempermudah pemberian air dapat diraih dengan biaya investasi yang terjangkau. Pengendalian Hama Dan Penyakit Salah satu inovasi teknologi SUP inovatif adalah penggunaan pestisida ramah lingkungan seperti biopestisida/pestisdia hayati yaitu pestisida yang mempunyai kemampuan mengendalikan organisme pengganggu tanaman namun pestisida tersebut lebih cepat terurai, mempunyai toksisitas relatif rendah pada hewan, tidak meninggalkan residu di lingkungan maupun produk sehingga relatif lebih aman pada manusia dan lingkungan Andoko, 2010. Beberapa pestisida hayati yang telah dikembangkan Badan Litbang Pertanian antara lain pestisida nabati dari biji atau daun mimba yang mempunyai bahan aktif azadirachtin, brotowali, tegari, limbah batang tembakau Indratin dan Wahyuni, 2017 brotowali Lasiyo, 2017, tegari Asikin, 2014, sambiloto Nugroho et al., 2016 dan Senoaji et al. 2017, limbah batang tembakau, ekstrak bintaro Hasyim et al. 2017. Persyaratan pendaftaran pestsida alami relatif lebih sedikit daripada pestisida kimia. Persyaratan pestisida alami meliputi uji mutu, uji efikasi, dan instansi pemerintah. Instansi pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi terkait perlindungan tanaman berpeluang untuk melakukan pendaftaran pestisida alami yang dihasilkan untuk pelaksanaan program pemerintah Sarwani, 2017. Kelembagaan Petani Dalam kehidupan komunitas petani, posisi dan fungsi kelembagaan petani merupakan bagian pranata sosial yang memfasilitasi interaksi sosial dalam suatu komunitas. Upaya pemberdayaan kelembagaan petani ISSN 2808-7046 Proceedings homepage guna meningkatkan perhatian dan motivasi berusahatani akan lebih memberikan hasil bila memanfaatkan makna dan potensi 3 tiga kata kunci utama dalam konteks kelembagaan, yaitu norma, perilaku serta kondisi dan hubungan sosial. Upaya pemberdayaan kelembagaan petani memerlukan reorientasi pemahaman dan tindakan bagi para fasilitator perubahan selaku agen perubahan dalam pelaksanaan program pembangunan pertanian. Keterlibatan fasilitator pembangunan yang memiliki kemampuan komunikasi yang sepadan merupakan salah satu kunci keberhasilan proses diseminasi dan alih teknologi pertanian. Proses diseminasi teknologi akan berjalan mulus bila disertai dengan pemahaman dan pemanfaatan potensi elemen-elemen kelembagaan dan status petani dalam suatu proses alilh teknologi atau diseminasi teknologi baru. Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian SUP Inovatif Proses adopsi inovasi pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku, pola pikir pada diri seseorang sehingga mampu mengambil keputusan sendiri setelah menerima pesan yang disampaikan oleh penyuluh kepada dirinya. Penerimaan disini mengandung arti tidak sekedar tahu, tetapi sampai benar-benar dapat melaksanakan atau menerapkannya dengan benar serta menghayatinya dalam kehidupan dan usahataninya Sulisworo, 2010. Perubahan sikap, pengetahuan, dan perilaku menjadi awal perbaikan pengelolaan usaha tani. Hal ini diharapkan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi adopsi teknologi sehingga dapat meningkatkan produktivitas usaha tani Hendayana, 2016. Keputusan petani untuk menerapkan teknologi, terutama ditentukan oleh faktor internal dalam diri petani, antara lain sikap dan tujuannya dalam melakukan usaha tani. Sikap petani dalam hal ini sangat tergantung dari karakteristik petani itu sendiri yang meliputi karakteristik sosial ekonomi, karakteristik kepribadian, dan karakteristik komunikasinya. Sementara itu, tujuan petani dalam melakukan usaha taninya selain untuk meningkatkan pendapatan, ada juga yang hanya sekedar mencukupi kebutuhannya subsisten. Rendahnya tingkat adopsi teknologi petani dipengaruhi banyak faktor, antara lain masalah modal, harga input, dan harga output Sugandi dan Astuti, 2012. Penerapan inovasi di wilayah pedesaan Indonesia sangat berhubungan erat dengan aspek penyuluhan. Penyuluh lapang memiliki peran penting dalam memperkenalkan inovasi teknologi pertanian kepada petani, yang pada dasarnya tidak hanya sekedar memperkenalkan teknologi kepada petani, melainkan meningkatkan kapasitas petani agar mampu secara mandiri dalam menjalankan usahanya Fatchiya et al. 2016. Penyuluh pertanian dapat berperan sebagai fasilitator dalam membangun hubungan/keterkaitan antara petani dan pelaku agribisnis lainnya. Strategi Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian Berbasis SUP Inovatif Strategi diseminasi inovasi teknologi pertanian untuk peningkatan akses petani terhadap inovasi teknologi pertanian dapat dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap pertama, pengguna dan pengguna antara operator, penyuluh, dan fasilitator dapat mengakses informasi inovasi pertanian yang tersedia di pusat informasi pertanian secara baik dan benar; tahap kedua, informasi yang telah diperoleh dikelola, dirakit, dan disederhanakan ke dalam bentuk yang mudah diterima oleh pengguna yaitu petani sesuai dengan karakteristik pengguna dengan biaya yang murah dan terjangkau; dan tahap ketiga, diharapkan informasi yang telah dikemas dalam berbagai media dapat disebarkan ke pengguna melalui kombinasi dari media terbaru media digital, konvensional, dan termasuk media tradisional yang populer di tingkat masyarakat. Pada tahap ini diharapkan peran petugas sebagai fasilitator dapat bersinergi dengan tokoh masyarakat untuk mendukung operasionalisasi informasi diseminasi inovasi pertanian melalui media potensial yang mampu menjangkau pengguna siaran radio, telepon seluler, papan pengumuman desa, dan media personal sampai di tingkat desa perlu dioptimalkan untuk mempercepat informasi diseminasi inovasi pertanian sampai di tingkat petani Indraningsih et al. 2014. Proses difusi inovasi teknologi terdiiri atas empat unsur yaitu, yaitu temuan baru tentang invensi, saluran komunikasi, waktu dan sistem sosial. Purnomo et al. 2015 mengemukakan bahwa metode penyuluhan percepatan transfer teknologi yang dinilai paling efektif adalah sekolah lapang, temu lapang dan demplot. Sejalan dengan itu, inovasi teknologi sumberdaya lahan terutama teknologi terapan banyak dilaksanakan melalui demplot dan temu lapang, yang perlu dianalisis pemanfaatan dan dampaknya terhadap pembangunan pertanian. Selanjutnya Pratiwi et al. 2018 mengemukakan bahwa sekolah lapang di pedesaan perlu ditingkatkan, karena kebanyakan petani di pedesaan lebih percaya kepada sekolah lapang. Penerapan Adopsi Inovasi Teknologi SUP Inovatif Mendukung Ketahanan Pangan Mamat et al. 2020 menyatakan bahwa dampak awal dari inovasi teknologi adalah terkait dengan kebijakan stakeholders khususnya pemerintah daerah yang mengaplikasikan beberapa teknologi hasil penelitian dalam program prioritas Kementerian Pertanian. Masalah yang muncul dalam adopsi inovasi teknologi SUP inovatif adalah lemahnya diseminasi teknologi kepada petani dan lambatnya adopsi teknologi oleh petani. ISSN 2808-7046 Proceedings homepage Beberapa alasan yang dikemukaakan oleh petani diantaranya adalah kekurangan modal dan tenaga kerja, keterbatasan lahan garapan, dan tidak merasakan keuntungan secara langsung Dariah, 2012. Petani di Indonesia adalah produsen sekaligus konsumen, sebagai konsumen rakyat dalam konsep kedaulatan maka indikator kedaulatan petani adalah “kedaulatan petani atas pangan” yang merupakan indikator ketahanan pangan. Petani sebagai rakyat/konsumen yang berdaulat atas pangan adalah petani yang sudah terpenuhi kebutuhan pangannya. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Dengan demikian, suatu wilayah dikatakan berhasil dalam pembangunan ketahanan pangan jika adanya peningkatan produksi pangan, distribusi pangan yang lancar serta konsumsi pangan yang aman dan berkecukupan gizi pada seluruh masyarakat Suyudi et al. 2012. Penerapan inovasi teknologi pertanian berbasis SUP inovatif berperan dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, yang salah satunya diindikasikan dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga petani. Petani yang intensif menerapkan inovasi teknologi pertanian berbasis SUP inovatif memiliki peluang meningkat pendapatannya dari hasil produktivitasnya yang lebih tinggi, yang dapat membantu penguatan ketahanan pangan rumah tangganya. 4. KESIMPULAN Jenis inovasi teknologi pertanian yang berkembang atau diterapkan oleh petani bergantung pada kondisi agrosistem wilayah setempat. Terdapat hubungan antara penerapan atau adopsi inovasi teknologi pertanian dengan tingkat ketahanan rumah tangga petani. Petani yang lebih intensif menerapkan inovasi teknologi berbasis sistem usaha pertanian inovatif memiliki tingkat ketahanan pangan yang lebih baik dibandingkan dengan petani yang tidak menerapkan inovasi teknologi berbasis sistem usaha pertanian inovatif. DAFTAR PUSTAKA Andoko, A. 2010. Budidaya padi secara organik. Penebar Swadaya. Jakarta. Asikin, S. 2014. Akar daun tegari bisa untuk pestisida nabati. Berita Web. adm/14 Peb 2014. Diunduh 1 Maret 2021. Dariah, A. 2012. Perkembangan teknologi pengelolaan lahan kering. Dalam Dariah A, Kartiwa B, Sutrisno N, Suradisastra K, Sarwani M, Suparno H, Pasandaran E. editors. Prospek Pertanian Lahan Kering Dalam Mendukung Ketahanan Pangan. Badan Penelitian dan Pegembangan Pertanian. Kementrian Pertanian. IAARD Press. Hlm 91 – 102. Durpoix D. 2010. Farmer attitudes and behavior towards the nature environment a New Zealand Case Study [thesis]. New Zealand Massey University. Fatchiya, A, S. Amanah, dan Y. I. Kusumastuti. 2016. Penerapan inovasi teknologi pertanian dan hubungannya dengan ketahanan pangan rumah tangga petani. Jurnal Penyuluhan 122190-197. Hasyim, A., Liferdi L, Nusyirwan H, dan L. Sutji Marhaeni. 2017. Evaluasi ekstrak tumbuhan sebagai insektisida botani untuk mengendalikan ulat bawang Spodoptera Exigua di Laboratorium. Prosiding Workshop dan Seminar Internasional. Inovasi Pestisida Ramah Lingkungan Mendukung Swasembada Pangan Pati, 6-7 September 2017. IAARD Press. Hendayana, R. 2016. Pokok - pokok pikiran pendampingan dalam mendorong peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai. aktualisasi pendampingan kawasan tanaman pangan strategis komoditas padi, jagung, dan kedelai. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor. Halaman 25-36. Heryanto, M. Arari, dan D. Supyandi. 2012. Model peran lembaga riset dalam sistem inovasi frugal sektor pertanian pendekatan analisis berpikir sistem. Warta Kebijakan Iptek dan Manajemen Litbang, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI. Journal of S and T Policy and R and D Management. 102. Indraningsih 2011. Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usahatani terpadu. Jurnal Agro Ekonomi, 2911-24. Indraningsih, Sejati Elizabeth R, Ar-Rozy AM, Suharyono S, Djojopoespito S. 2014. Kajian kebijakan dan implementasi diseminasi inovasi pertanian. Laporan Akhir. Bogor ID Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Indratin dan S. Wahyuni. 2017. Potensi pestisida nabati dalam meningkatkan produksi tanaman padi. Prosiding Workshop dan Seminar Internasional. Inovasi Pestisida Ramah Lingkungan Mendukung Swasembada Pangan Pati, 6-7 September 2017. IAARD Press. Jakarta. ISSN 2808-7046 Proceedings homepage Kabir and Rainis R. 2014. Adoption and intensity of Integrated Pest Management IPM vegetable farming in Bangladesh an approach to sustainable agricultural development. Environ Dev Sustain. Krisnamurthi, B. 2014. Kebijakan untuk petani pemberdayaan untuk pertumbuhan dan pertumbuhan yang memberdayakan. Disampaikan pada Pembukaan Konferensi Nasional XVII dan Kongres Nasional XVI Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia. Bogor Lasiyo. 2017. Penggunaan pestisida nabati. Prosiding Workshop dan Seminar Internasional. Inovasi Pestisida Ramah Lingkungan Mendukung Swasembada Pangan Pati, 6-7 September 2017. IAARD Press. Marpaung, R. 2013. Estimasi nilai ekonomi air dan eksternalitas lingkungan pada penerapan irigasi tetes dan alur di lahan kering Desa Pejarakan Bali. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum, 5165-75. Nilasari, Fatchiya A, dan Tjitropranoto, P. 2016. Tingkat penerapan pengendalian hama terpadu PHT sayuran di Kenagarian Koto Tinggi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jurnal Penyuluhan 121. Nugroho, A., E. Rahardiningtyas, Putro dan R. Wianto. 2016. Pengaruh ekstrak daun Sambiloto Andrographis paniculata Ness. terhadap daya bunuh Bakteri Leptospira sp. Media Litbangkes 26277-84. Pasaribu, Sumono, S., Daulay, dan Susanto, E. 2013. Analisis efisiensi irigasi tetes dan kebutuhan air tanaman semangka Citrullus Vulgaris S. pada tanah ultisol. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian, 2190-95. Praptono, B. 2010. Kajian pola bertani padi sawah di Kabupaten Pati ditinjau dari sistem pertanian berkelanjutan Studi Kasus di Kecamatan Pati. Tesis Program Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang. Pratiwi Santoso dan Roessali, W. 2018. Tingkat adopsi teknologi true shallot seed di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 419-18. Prastowo. 2010. Teknologi irigasi tetes. Bogor Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Purnomo, E., Pangarsa, N., Andri dan Saeri, M. 2015. Efektivitas metode penyuluhan dalam percepatan transfer teknologi padi di Jawa. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran, 12192-204. Rosadi, A. H. Y. 2015. Kebijakan pemupukan berimbang untuk meningkatkan ketersediaan pangan nasional. Jurnal Pangan, 2411-14. Schilling, 2017. Strategic management of technological innovation fifth edition. New York Mc Graw Hill Education. Senoaji, H. Praptana, A. Muliadi dan A. Mugiasih. 2017. Aplikasi antifidan ekstrak sambiloto andrographis Paniculata Nees dan insektisida sintetis dalam pengendalian penyakit tungro pada padi. Prosiding workshop dan seminar internasional. Inovasi Pestisida Ramah Lingkungan Mendukung Swasembada Pangan. Pati, 6-7 September 2017. IAARD Press. p 93-104. Setiapermas, dan Zamawi. 2015. Pemanfaatan jaringan irigasi tetes di dalam budidaya tanaman hortikultura. Dalam I. Djatnika, M. J. . Syah, D. Widiastoety, M. P. Yufdy, S. Prabawati, S. Pratikno, dan O. Luftiyah Ed.. Inovasi Hortikultura Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat. Jakarta IAARD Press. Setiawan, I. 2012. Dinamika pemberdayaan petani sebuah refleksi dan generalisasi kasus di Jawa Barat. Widya Padjadjaran, Bandung. Sugandi, D. dan U. P. Astuti. 2012. Persepsi dan minat adopsi petani terhadap VUB Padi sawah irigasi di Provinsi Bengkulu. Diakses tanggal 26 Februari 2021. Sulisworo, D. 2010. Mendorong inovasi dalam bidang iptek guna meningkatkan daya saing bangsa dalam rangka ketahanan nasional. Kertas Karya Perorangan Lembaga Ketahanan Nasional. Jakarta. Suyudi, H. Nuryaman, M. I. Mamoen, dan T. Tedjaningsih. 2020. Kajian ketahanan pangan rumah tangga petani Mendong dan petani padi. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13191-107. ISSN 2808-7046 Proceedings homepage Tey YS, Li E, Bruwer J, Abdullah AM, Brindal M, Radam A, Ismail MM and Darham S. 2014. The relative importance of factors inluencing the adoption of sustainable agricultural practices a factor approach for Malaysian vegetable farmers. Sustain Sci, 917–29. Thanh and Yapwattanaphun C. 2015. Banana farmers’ adoption of sustainable agriculture practices in the Vietnam Uplands The Case of Quang Tri Province. Agriculture and Agricultural Science Procedia, 567-74. Wihardjaka, A. 2011. Pengaruh jerami padi dan bahan penghambat nitrifikasi terhadap emisi gas rumah kaca metana dan dinitrogen oksida pada ekosistem sawah tadah hujan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Disertasi. Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Wihardjaka, A., A. N. Ardiwinata, dan E. Yulianingsih. 2018. Status dan mitigasi emisi gas rumah kaca di lahan sawah. Forum Komunikasi Profesor RisetMewujudkan Pertanian Berkelanjutan Agenda Inovasi Teknologi dan Kebijakan. IAARD Press. Jakarta. Yusron, M., H. Hermawan, J. Mulyono, A. Muharam, Rubiyo, L. Mailena, U. Humaedah, M. Ramdhani, H. Rafiastuti, Y. Sihombing, E. Nurwulan, A. Djauhari, dan Dalmadi. 2019. Pengembangan kawasan pertanian berbasis sistem usaha pertanian SUP inovatif di lahan sub-optimal. Laporan Akhir Tahun. Balai Besar Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this pangan bagi rumah tangga tani sangat dipengaruhi oleh produksi pangan maupun non pangan dari hasil usahataninya. Income usahatani tidak akan sama apabila lahan yang diusahakan oleh petani berbeda antara usahatani padi dengan usahatani mendong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proporsi pengeluaran pangan petani padi dan petani mendong berkaitan dengan proporsi pengeluaran pangan dan non pangan, serta menganalisis derajat ketahanan pangan kedua rumah tangga tersebut. Metode penelitian menggunakan teknik survei, dengan penentuan sampel secara sensus pada 15 rumah tangga petani padi dan 18 rumah tangga petani mendong di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis persamaan Pangsa Pengeluaran Pangan PPP, Tingkat Konsumsi Energi TKE serta analisis kuadran. Hasil penelitian menunjukkan Profil rumah tangga petani mendonng dan petani padi dilihat berdasarkan proporsi pengeluaran pangan dan non pangan menunjukkan bahwa pengeluaran pangan kedua rumah tangga tersebut termasuk rendah, karena sebagian besar digunakan untuk konsumsi non pangan. Derajat ketahanan pangan rumah tangga berdasarkan Pangsa Pengeluaran Pangan dan Tingkat Konsumsi Energi termasuk kategori rendah baik itu untuk petani mendong maupun petani padi karena yang berstatus tahan pangan berada Penerapan teknologi inovasi pertanian berperan dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, yang salah satunya diindikasikan dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga ini bertujuan untuk mengindentifikasi inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di lokasi studi, dan menganalisis hubungannya dengan kondisi ketahanan pangan pada rumah tangga penelitian berupa survei di dua desa di Kabupaten Bogor yang masing-masing memiliki tipe pertanian yang berbeda yaitu lahan kering dan basah sawah, dengan jumlah sampel sebanyak 80 dianalisis dengan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani di lahan sawah telah menerapkan inovasi teknologi berupa sistem jajar legowo secara intensif, dan petani di desa berlahan kering cukup intensif dalam menerapkan inovasisistem tumpang sari dan pengolahan hasil pertanian on farm .Penerapan teknologi ini berkorelasi positif dengan kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani, yaitu petani yang menerapkan inovasi teknologi lebih intensif memiliki tingkat ketahanan pangan yang lebih baik. merupakan inovasi yang harus diterapkan petani dalam menguranggi penggunaan pestisida. Penelitian bertujuan mendeskripsikan tingkat penerapan PHT oleh petani. Metode penelitian survei bersifat dekriptif. Jumlah responden 90 petani Kenagarian Koto Tinggi. Penelitian lapang April-Mei 2015. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif yang didukung dengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan komponen PHT meliputi pemanfaatan musuh alami sebesar 53,05% responden dalam kategori rendah. Komponen budidaya tanaman terdiri dari pengolahan lahan, pemeliharaan dan panen/pascapanen, penggunaan benih/bibi, penggunaan pupuk dan pengendalian OPT secara keseluruhan sebesar 62,78 % dalam kategori cukup sesuai dengan yang telah direkomendasikan. Komponen pengamatan berkala tergolong sedang dan tinggi sebesar 77,78% . Kata kunci Penerapan, Petani, Peran penyuluh, PHT

Lahanpertanian merupakan lahan yang diperuntukan untuk kegiatan pertanian. Salah satu permasalahan dalam mencapai ketahanan pangan adalah alih fungsi lahan.Alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian merupakan berubahnya satu penggunaan lahan ke penggunaan lainnya, sehingga permasalahan yang timbul akibat konversi lahan. Widjanarko (2006) menyebutkan dampak negatif akibat alih fungsi lahan

IPTEK berperan dalam mencari metode terbaik untuk meningkatkan hasil panen, melindungi tanaman dari penyakit dan hama, membuat ternak sehat sepanjang waktu, merancang metode penyimpanan tanaman terbaik dan bahkan membantu memprediksi iklim yang kondusif untuk praktek pertanian. Seperti kita ketahui, penggunaan alat dan mesin pertanian membantu mempermudah petani dalam bertani dan usaha pertanian lainnya. Di negara-negara maju seperti Amerika Utara dan Eropa Barat, mekanisasi pertanian adalah prioritas. Seorang dosen di universitas Amerika, selain mengajar, dapat memiliki dan mengawasi kompleks unggas yang terdiri dari sekitar burung atau lebih. Petani terikat pada bank dan dibiayai untuk usaha pertanian besar. Para petani mempekerjakan para ahli dengan keterampilan pertanian dan manajemen. Bagi mereka yang menjelajah ke peternakan unggas dan sapi, upaya mencari layanan ahli patologi dilakukan untuk memastikan bahwa kesehatan hewan dan burung ini dirawat dengan baik, asuransi yang tepat diambil untuk memastikan ada risiko kematian mendadak yang muncul. Melalui sains dan penelitian, metode terbaik untuk meningkatkan hasil panen dapat dipastikan. Sebelum tahun 1989, petani lokal sudah terbiasa memanen singkong lokal, hanya sedikit petani yang terbiasa dengan varietas singkong yang lebih baik dalam tahun itu tetapi sesuatu tiba-tiba terjadi. Sebagian besar varietas lokal tidak lagi tumbuh dengan baik sehingga tingkat kematiannya tinggi. Makanan menjadi langka. Banyak keluarga yang tidak mampu membelinya karena ada yang dilengkapi dengan tepung jagung yang lebih murah. Perlindungan tanaman sangat penting dalam pertanian. Penyakit mempengaruhi tanaman dan menyebabkan keterlambatan dalam aktivitas metabolisme, terhambatnya pertumbuhan, kerontokan bunga dan buah, dan terkadang kematian tanaman. Pengendalian secara kultural dan kimiawi paling sering digunakan. Secara budaya, rotasi tanaman diadopsi, sisa pembakaran setelah panen, penyiangan tanah secara teratur, jarak tanam yang tepat menggunakan varietas unggul dan tahan dan praktik irigasi selama musim kemarau diadopsi. Penggunaan kontrol kimia adalah hasil penelitian. Meskipun efek sampingnya dikaitkan dengan bahan kimia tertentu, untuk mengendalikan penyakit jamur, cara ini masih tetap paling efektif untuk mengurangi patogen, fungisida. Bahan kimia ini termasuk kapur, tembaga jinten, campuran pembasmi jamur, dll. Penyakit bakteri dikendalikan oleh antibiotik tertentu seperti tembaga oksida copper oxide, debu tertentu dari merkuri, tembaga dan belerang. Karena penyakit virus sulit untuk dibasmi, insektisida tertentu digunakan untuk mengendalikan vektor serangga yang menularkan patogen virus. Alat-alat transportasi sangat penting dalam pertanian dan tanpanya, produksi dan evakuasi pangan akan sangat sulit. Di negara-negara maju dan beberapa negara berkembang, pesawat terbang digunakan untuk penyemprotan terutama, ketika belalang terlihat merusak ratusan hektar lahan pertanian. Jalan-jalan beraspal membantu evakuasi bahan makanan dari daerah pedalaman ke daerah perkotaan atau daerah lain yang membutuhkan. Penggunaan berbagai jenis kendaraan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya merupakan katalisator menuju terwujudnya cita-cita luhur tersebut. Ilmu pengetahuan dan penelitian membantu mengurangi penyakit hewan. Beberapa penyakit dan hama tersebut antara lain penyakit mulut dan kuku, penyakit sapi, penyakit newcastle, penyakit sapi gila penyakit Ebola TBC, antraks, mastitis sapi, cacar unggas, cocotchiosis, aspergillus, kurap, cacing pita, cacing gelang, kutu dan lain-lain. Dengan saran dari ahli pertanian dan kedokteran hewan, masalah hewan ternak akan selalu terpecahkan. StudiMcKinsey pada 2020 menunjukkan bahwa penggunaan teknologi di sektor pertanian dapat meningkatkan hasil ekonomi hingga US$ 6 miliar per tahun. Pada sisi lain, adopsi teknologi di sektor pertanian memiliki sejumlah tantangan tersendiri. Tantangan pertama ialah belum diprioritaskannya adopsi teknologi di bidang pertanian oleh pemerintah. › Ekonomi›Pemanfaatan Teknologi... Sektor pertanian Indonesia belum optimal memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Karena produksi tidak efisien, daya saing produk jadi lemah. OlehM Paschalia Judith J / Aditya Diveranta 4 menit baca KOMPAS/KHAERUL ANWAR Petani sedang praktik mengoperasikan alat dan mesin pertanian berupa mesin meratakan tanah di areal Science Technology Industrial Parak, Desa Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis 19/3/2020.JAKARTA, KOMPAS — Pemanfaatan hasil inovasi dan teknologi untuk mendorong produktivitas pertanian di Indonesia dinilai berjalan lambat. Padahal, keberadaannya strategis untuk meningkatkan produksi, produktivitas, efisiensi, dan sekaligus daya saing produk senior Institute for Development of Economics and Finance Indef sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin, menyatakan, berdasarkan penelitian Fahmi dan kawan-kawan di Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Perhepi, produktivitas faktor total atau total factor productivity TFP sektor pertanian selama kurun 1996-2017 cenderung lebih rendah dibandingkan TFP ekonomi secara keseluruhan. TFP adalah rasio antara keluaran output total terhadap input total. Menurut penelitian itu, pertumbuhan TFP pertanian selama 1996-2017 negatif 0,65, sementara TFP perekonomian nasional kurun 1996-2019 tumbuh 0,13. ”TFP negatif berarti ada problem dalam mendorong produktivitas pertanian karena lambat mengadopsi teknologi dan inovasi,” kata Bustanul Arifin dalam webinar Kedaulatan Pangan dan Energi yang digelar Indef secara daring, Senin 30/11/2020.Koefisien elastisitas keluaran kapital, di dalamnya termasuk teknologi, menurut penelitian itu, mencapai 0,9. Artinya, setiap kenaikan jumlah kapital sebesar 1 persen dapat meningkatkan keluaran sektor pertanian sekitar 0,9 persen. Sementara koefisien keluaran tenaga kerja hanya 0,1 yang berarti setiap kenaikan jumlah tenaga 1 persen mendorong keluaran sektor pertanian sebesar 0,1 inovasi dan adopsi teknologi dalam pertanian berjalan lambat, antara lain, karena hambatan dalam penyebaran dan penerapannya di lapangan. Pertumbuhan TFP pertanian selama 2011-2017 bahkan negatif yang berarti ada penurunan produktivitas. ”Kalau tidak ada terobosan teknologi, dengan TFP yang negatif itu, kita Indonesia punya masalah besar. Kedaulatan pangan bisa terganggu,” kata teknologi dan inovasi urgen untuk mengefisienkan produksi dan mendongkrak daya saing produk. Selama ini, karena kalah bersaing, produksi beberapa komoditas pertanian Indonesia berangsur turun dan redup. Kedelai, misalnya, semakin tersingkir oleh kedelai impor yang lebih unggul dari sisi harga. Gula berbasis tebu yang produksi oleh sebagian besar pabrik perusahaan pelat merah juga kalah dari sisi harga karena teknologi dan mesin yang sudah Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memberikan pengantar dalam diskusi tersebut menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi di sektor pertanian. Teknologi menjadi solusi bertani di tengah perubahan iklim yang berdampak pada ketersediaan air dan permintaan pangan. ”Untuk mengairi persawahan, misalnya, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan hujan,” juga Mencemaskan Masa Depan PetaniOleh karena itu, kementerian mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk mendorong kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional. Syahrul mencontohkan pemanfaatan kecerdasan buatan, citra satelit, dan internet of things dalam sejumlah program Kementerian berharap perguruan tinggi yang mengajarkan pertanian untuk turut menciptakan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. ”Rencananya, pada tahun 2021, saya akan mengintervensi hal ini,” ujarnya dalam seminar yang FATHONI Ibu PKK membawa hasil panen sayuran di perkebunan Susia Garden, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin 30/11/2020. Warga menanam belasan jenis sayuran dan buah-buahan dengan memanfaatkan lahan tidur. Hasil panen sayuran ini dijual ke masyarakat panganSejumlah warga bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta menggelar panen hasil pertanian, perikanan, dan peternakan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta, Senin. Dinas mencatat, warga Jakarta di 228 lokasi bergabung dalam kegiatan Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan DKI Jakarta Suharini Eliawati menyebutkan, acara digelar untuk meningkatkan ketahanan pangan warga selama pandemi Covid-19. Sebanyak 62,3 ton produk pertanian, 0,7 ton produk perikanan, dan 160 ekor ternak dipanen dalam kegiatan juga Karpet Merah Impor Pangan, Nasib Petani Jadi TaruhanDia berharap hasil panen kali ini bisa dipakai untuk memenuhi permintaan pasar secara luas. ”Selain untuk ketahanan pangan warga, kami berharap hobi urban farming pertanian kota turut meningkatkan perekonomian warga dalam lingkup kecil. Dalam arti, bagus kalau hasil pertanian, peternakan, dan perikanan itu bisa bermanfaat untuk sesama warga,” panen terbanyak ada di Jakarta Timur, yakni 57 titik. Adapundi Jakarta Utara 52 titik, Jakarta Selatan 42 titik, Jakarta Barat 40 titik, Jakarta Pusat 31 titik, dan Kepulauan Seribu 6 titik. Warga memanen dalam jumlah yang beragam. Aryanto 51, perwakilan RT 013 RW 006 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, misalnya, memanen 6 kilogram kangkung, bayam, dan kali ini menunjukkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, warga DKI bisa tetap produktif walau dalam berbagai sejumlah warga di RW 006 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, melaporkan panen pepaya 15 kg, terung 3 kg, dan ikan nila 15 kg. Tidak hanya sayur dan buah-buahan, sebagian memanen ikan hasil budidaya dengan menggunakan keramba jaring Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Dadang Solihin menilai, potensi yang ada di kalangan warga semestinya bisa lebih maksimal. ”Panen kali ini menunjukkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, warga DKI bisa tetap produktif walau dalam berbagai keterbatasan,” ujarnya. EditorMukhamad Kurniawan Risetini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil, meningkatkan umur simpan produk hortikultura, dan pengurangan kehilangan produk hortikultura. Selain itu menurut Puji, yang tidak kalah pentingnya dalam penanganan permasalahan pasca panen produk hortikultura adalah adanya sistem dan manajemen agroindustri yang baik.
membutuhkanpelatihan untuk meningkatkan produksi hasil tanaman cabai mereka. Kebutuhan aplikasi teknologi pertanian yang diperlukan oleh kelompok tani ini antara lain adalah pemanfaatan mikroorganisme sebagai upaya untuk mempercepat proses dekomposisi limbah organik menjadi pupuk organik, guna
Beberapapenelitian menunjukkan bahwa paparan medan magnet pada bibit tanaman memberikan dampak yang positif pada hasil pertanian. Penelitian Souza dkk (2005) menunjukkan bahwa pemaparan medan magnet sebesar 120 mT (mili Tesla) selama 10 menit dan 80 mT selama 5 menit pada bibit tomat memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil panen berupa
Scroungingadalah teknologi panen jagung yang sangat baik yang dapat membantu Anda meningkatkan hasil panen dengan memilih waktu yang tepat dalam setahun untuk menanam kembali jagung Anda. Sebagian besar area penanaman jagung dalam kondisi baik sekitar tujuh bulan per tahun, tetapi ini bukan waktu yang cukup untuk membuat jagung Anda tumbuh 5 Amati dan pertahankan suhu tumpukkan adonan agar suhu tetap berkisar antara 40 - 50 oC. Jika suhu lebih dari 50oC, bukalah terpal penutup dan bolak-balik tumpukkan adonan kemudian ditutup lagi dengan terpal. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan.
\n \npenggunaan teknologi untuk meningkatkan hasil panen pertanian adalah
Pengembanganmekanisasi pertanian dalam arti penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dapat berperan dalam: (a) menyediakan tambahan tenaga kerja mekanis, sebagai komplemen terhadap kekurangan tenaga kerja manusia, (b) meningkatkan produktivitas tenaga kerja, (c) mengurangi susut dan mempertahankan mutu hasil, (d) meningkatkan

Penggunaancombine hasverter diharapkan dapat mempercepat waktu panen dan mengurangi kehilangan hasil pertanian. III. HASIL PELAKSANAAN Data dampak yang dikumpulkan dalam kegiatan Adaptasi Teknologi ini adalah : data rata-rata provitas/produktivitas ubinan (Gabah Kering Panen) di 15 lokasi demplot yang dibandingkan dengan rata-rata provitas

Teknologipertanian menjadi salah satu usaha penerapan ilmu terapan dan teknik pada pengertian budidaya bidang pertanian untuk memudahkan manusia dalam mengelola sumber daya alam, hewan, dan arti tumbuhan yang ada di bumi. Sehingga prihal ini penggunaan teknologi pertanian mampu mencapai hasil yang maksimal guna meningkatkan kesejahteraan.
Dalamupaya memperoleh nilai tambah bagi petani dan nelayan perlu dikembangkan teknologi pengolahan hasil pertanian, mengingat: 1. Potensi dan sumber daya alam yang ada sangat mendukung. 2. Masih banyaknya kehilangan kuantitatif dan kualitatif dalam pemanennan dan pengolahan hasil pertanian yang jumlahnya dapat mencapai 30 %.
\n \n \npenggunaan teknologi untuk meningkatkan hasil panen pertanian adalah
Pertanianpresisi. Kelahiran pertanian presisi diawali ide pada 1994 oleh John Deere's Precision Farming group di Moline-Iowa USA (https://spectrum.ieee.org) melalui penggunaan traktor. Lalu pada 1995, Rockwell International Corp. Menggunakan GPS yang dipasang pada alat panen untuk membuat peta detail kebun disertai dengan data hasil panen. TeknologiIndustri Pertanian didefinisikan sebagai disiplin ilmu terapan yang menitikberatkan pada perencanaan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi suatu sistem terpadu (meliputi manusia, bahan, informasi, peralatan, dan energi) pada kegiatan agroindustri untuk mencapai kinerja (efisiensi dan efektivitas) yang optimal. [1] PupukHayati Peningkat Hasil Panen. 12.41 No comments. RioGEN adalah PUPUK hayati cair yang terbuat dari bahan baku segar tanpa campuran bahan kimia yang diolah menggunakan proses ekstrak sehingga menghasilkan enzim. Sebuah inovasi dalam bidang pertanian dalam bidang PUPUK HAYATI CAIR BIO FERTILIZER. Kandungan RioGEN : 1. Substansi Asam Humus. 2. RevolusiHijau merupakan perubahan secara cepat menyangkut masalah pembaruan teknologi pertanian dan peningkatan produksi pertanian, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. dan jagung untuk meningkatkan hasil panen. Tujuan revolusi hijau adalah meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara penelitian dan eksperimen bibit unggul bMY3cFm.